skiphursh:

image

Bicara tentang cita-cita

Cita-cita? Kalau kalian tanya ke gue “Dhan, apa sih cita-cita lo?” dan jangan kaget kalau gue bilang “gatau…” Well, gue memang orang yang bingung untuk memikirkan apa yang seharusnya gue pikirkan dan mungkin kalian juga bingung yang sedang membaca ini. Jadi, daridulu gue mengalami banyak banget perubahan pola pikir dalam pemilihan cita-cita. Dulu waktu SD pasti ditanya cita-cita juga, dan saat itu gue jawab mau jadi dokter. kadang gue jawab astronot, jaman gue dulu astronot adalah cita-cita yang lagi ngetren banget. gue asal aja gitu jawabnya apa yg ada dipikiran gue ya gue jawab aja gue mau jadi apa.. bertambah umur saat SMP gue sempet kepikiran buat jadi menteri. terserah deh menteri apa aja yang penting jadi menteri, dulu disuruh sama guru nulis cita-cita gitu didepan kelas, dan yang gue tulis ya itu “menteri”. gatau kenapa kayaknya seru gitu jadi menteri, trus yang gue tau dulu itu menteri luar negeri itu bisa bolak balik ke luar negri gitu (pikiran jaman SMP-_-) mungkin keinginan ini masih gue simpen sampai sekarang hehe, lanjut ke awal SMA gue pengen jadi presiden._. ya ini random banget emang, gatau kenapa waktu itu kesel banget sama sistem pemerintahan di Indonesia yang acakadutgangerti… tapi ya namanya juga cita-cita random jadi ga bertahan lama. naik ke kelas 11 karena gue berada di kelas IPA, gue sempet bercita-cita untuk masuk ke FTTM ITB (Fakultas Pertambangan dan Perminyakan) dan cita-cita gue kalo udah lulus dari FTTM itu mau punya tambang minyak sendiri. Kenapa gue mau ini? duitnya bro insya allah ngalir terus dah kalo di minyak ini, dan sempet browsing juga terus nemu ini: “selama masih ada makhluk hidup yang mati, minyak bumi bakalan terus ada” namun semua berubah semenjak negara api menyerang  banyak banget saingan yang mau masuk situ, terus merasa gak berjodoh dengan fisika kimia biologi dan membuat gue merubah keputusan gue seratusdelapanpuluhderajat buat murtad ke IPS hehehe, serius gue sebenernya dari awal emang mau IPS, tapi karena kepolosan gue yang dari dulu bisanya ikutan temen doang, karena temen gue pada mau IPA ya gue ikut aja IPA, dan dikasihtau banyak orang juga kalo IPA itu bisa daftar IPS juga dan gue mengiyakan aja gue pilih IPA. dan sempet kepikiran juga mau jadi artis. ya artis. gak salah baca kok kalian, gue emang mau jadi artis. gausah ditanya deh alesannya apa hahahaha.. dan impian terabsurd gue akhir-akhir ini adalah….jadi finalis abang none jakarta. yak itu absurd banget. gue emg kelahiran jakarta tapi domisili gue sekarang di lampung, tapi gue pengen ikut abang none. ya ini absurd sangat, tapi gue pengen, tapi ini absurd, tapi ya sudahlah.. hahaha doakan saja yang terbaik. tapi terlepas dari semua itu gue punya planning kok ke depannya, ada 2 plan sebenarnya. plan A. insya Allah dan jika Allah mengizinkan setelah saya lulus dari SBM ITB (aamiin, yang penting keterima dulu di SBMnya ya Allah aamiin) gue rencana mau ambil bidang marketingnya, terus kerja di suatu perusahaan yang tentunya dibidang marketing dan insya Allah juga punya usaha sampingan yang dikelola oleh gue dan orangtua gue nantinya aamiin….. plan B. sempet pengen juga sih kuliah di HI, terus nanti insya Allah jadi diplomat, terus bisa kerja di KBRI di negara-negara seperti USA/UK/Dubai/Qatar/Korea/Jepang/dll atau kerja di PBB gitu, aamiin ya Allah, 

semoga apa yang kita jalanin setiap hari adalah hal yang terbaik yang diberikan oleh Allah, no matter what happen, that’s our destiny, and it depends on us to accept it wisely or unwisely, will you swim to go faster or you just sink and let it flow. Sedikit ngutip dari QS Lukman 34: Dan tidak ada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang dikerjakannya esok.

SEMANGAT!

One day, all of you are going to be gone, and all of this, all of us will be nothing but a hazy memory. It will take you a second to remember everyone’s name, someone will have to remind you of the songs we sung the solos you got or didn’t get. Life only really has one beginning and one end and the rest is just a whole lot of middle.
Glee
visit, play, like, and follow :)
Besok saya UN, mohon doanya yaa :)

instagram:

Indonesian Instagrammers Meet at Mount Bromo, East Java

This weekend (April 6-7), we’re challenging people around the globe to host their very own photo walk or InstaMeet, just like this Indonesian crew. Organizing is easy: grab some Instagram friends, pick a location and add a hashtag to the photos that you share that’s unique to your InstaMeet! Learn more here.

Inspired by the @pilgramers, Indonesian Instagrammers Ernanda Putra (@ernandaputra) and Jagat Natha (@jagatnatha) hosted their own InstaMeet in Jakarta in January. They were amazed by the success. “18 people came from all around the country. We had so much fun that day and got lots of feedback and requests to do it again.” So Ernanda and Jagat, along with Dicky Irman Nassa (@anomalu) from Jakarta and Sigit Hartanto (@sigithartanto) and Arie Novwan (@konservatif) from Bandung, began planning their next InstaMeet at Mount Bromo, an active volcano in East Java.

The game plan was simple: the five organizers announced the InstaMeet on their Instagram accounts and invited anyone to participate, so long as they could arrange their own transportation to Mount Bromo and pay for lodging.

23 Instagrammers made the trip, many of whom met for the first time at the three-day event. They spent most of the first day on the road together, splitting three cars en route to Bromo. On the second day, the group summited the mountain at 3:00AM to see the sun rise, and later explored Bromo’s “green savana” and “whispering sands.” Each night, they returned to their shared lodging, a local villager’s house, and got to know one another better. “For me this small event was really special,” Ernanda says. “Instagram actually brings me exciting new experiences— meeting new people, exploring new places—and this was a truly unforgettable experience.”

To view more photos from the Mount Bromo InstaMeet, visit the hashtag #instameetbromo and follow @ernandaputra and @jagatnatha on Instagram!